Manfaat Pendidikan

Seberapa Besar Manfaat Pendidikan

Ilmu dizaman sekarang keberadaannya sangat berharga, bahkan bisa lebih berharga dari platina. Oleh sebab itu tidak mengherankan bila setiap negara berusaha membangun kualitas pendidikan supaya kualitas SDM negara tersebut berkembang. Di Indonesia, pembangunan pendidikan sedang digalakkan oleh pemerintah dengan berbagai cara seperti BSM, BOS, dll. Hal ini dimaksudkan supaya setiap lapisan  masyarakat dapat memperoleh pendidikan, terutama masyarakat kelas bawah. Tetapi permasalahan pembangunan pendidikan di Indonesia tetap ada, yaitu kualitas SDM hasil dari pendidikan.

Dengan adanya program wajar, bantuan biaya sekolah, hingga pendidikan anak usia dini membuktikan bahwa Indonesia sangat menjunjung tinggi pendidikan.Sehingga generasi muda bangsa menjadi manusia yang terdidik. Hal ini diperkuat lagi dengan banyaknya generasi muda bangsa yang banyak dan sering  memenangi olimpiade-olimpiade tingkat internasional. Dari fenomena tersebut tampaknya Indonesia memiliki banyak SDM yang berkualitas, tetapi fakta selalu berkata lain.

Bila SDM sudah tinggi, maka seharusnya tingkat penganggurannya kecil. Di Indonesia istilah dengan sarjana pengangguran sudah bukanlah hal yang asing didengar. Tercatat setidaknya ada kurang lebih 600 ribu sarjana yang menganggur ditahun 2013. Merupakan suatu hal yang memalukan bila banyak pengangguran terdidik di Indonesia padahal pembangunan pendidikan di Indonesia dapat dikatakan luar biasa dengan banyaknya upaya agar seluruh masyarakat dapat mengenyam pendidikan.

Lalu apa hubungan antara pembangunan pendidikan dengan masalah pengangguran di Indonesia? Keduanya sangat berkaitan erat karena pendidikan ada supaya manusia dapat berkarya. Bukan hanya sekedar manusia yang hanya dapat membaca, menghitung, menghafal, dan berpikir.  Dari hal maka diperlukannya untuk mengkaji ulang dari sistem pendidikan di Indonesia agar ditemukan cara yang tepat untuk pembangunan pendidikan, sehingga pihak-pihak yang mendukung pendidikan tidak akan mengeluarkan biaya yang tersia-siakan.

Pendidikan anak usia dini atau sering disebut PAUD sekarang dianggap sebagai hal yang amat penting untuk membentuk kepribadian bangsa yang bermoral, terdidik, dan berjiwa mandiri. Pendidikan tersebut dimulai dari usia 0-8 yang dianggap sebagai masa emas pertumbuhan anak. Memang hal tersebut sangat diperlukan untuk pembangunan SDM Indonesia. Tetapi bagaimana dengan objeknya sendiri? Apakah anak-anak yang balita benar-benar membutuhkan pendidikan diusia sedini mungkin? Tentunya tidak sama sekali membutuhkan. Mengapa demikian? Anak yang berusia balita justru lebih membutuhkan sistem pendidikan dengan belajar autodidak yaitu mereka belajar mengenal lingkungannya sendiri, bukan malah diberi pelajaran oleh guru dengan latihan baca tulis, menghitung, menggambar. Hal yang menarik lagi adalah sudah mulai bermunculan les untuk anak-anak PAUD, mereka diberi pelajaran baca tulis dan menghitung. Hal tersebut tentunya sangat gila mengingat bahwa anak yang masih kecil diberi pelajaran sehingga pikiran mereka hanya tumbuh pada dunia pendidikan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s